Senin, 16 November 2015

Materi Pancasila : Pancasila sebagai Etika dan Moral

           A.   Pancasila sebagai moral
1.    Arti moral
Moral merupakan salah satu cabang dari ilmu filsafat yang dinamakan aksiologi. Aksiologi adalah ilmu yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia yang dilakukan secara sadar. Etika didasarkan pada penilaian baik atau buruk, bukan benar atau salah.

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa indonesia yang telah disahkan sebagai dasar negara adalah merupakan kesatuan utuh nilai-nilai budi pekerti atau moral. Oleh karena itu pancasila dapat disebut sebagai moral bangsa indonesia. Bangsa indonesia telah menegara dalam kesatuan negara republik indonesia. Dengan demikian pancasila juga merupakan moral negara, yaitu moral yang berlaku bagi negara.

Selain itu nilai-nilai pancasila merupakan gagasan fundamental tentang kehidupan manusia, dimana nilai-nilai tersebut melekat pada kodrat setiap individu. Dari sebab itu kelima nilai itu berlaku baik bagi perseorangan maupun sebagai masyarakat.

Pengertian etika

Walter g. everet menggolong-golongkan nilai-nilai manusiawi kedalam delapan kelompok yaitu:
 1.    Nilai-nilai ekonomis
  2.    Nilai-nilai kejasmanian
  3.    Nilai-nilai hiburan.
  4.    Nilai-nilai social
  5.    Nilai-nilai watak
  6.    Nilai-nilai estetis
  7.    Nilai-nilai intelektual
  8.    Nilai-nilai keagamaan

Notonegoro membagi nilai menjadi 3 macam yaitu:
  1.    Nilai material
  2.    Nilai vital
  3.    Nilai kerohanian
Kerohanian ini dapat dibedakan menjadi atas 4 macam
a.    Nilai kebenaran, yang bersumber pada akal
b.    Nilai keindahan atau nilai estetis, yang bersumber pada unsure perasaan manusia
c.    Nilai kebaikan atau nilai moral, yang bersumber pada unsur kehendak manusia
d.    Nilai religius, bersumber kepada kepercayaan keyakinan manusia.

Pengertian nilai
Didalam tatanan nilai kehidupan bernegara ada yang disebut sebagai nilai dasa, nilai instrumental dan nilai praksis
a.    Nilai dasar asas-asas yang kita terima sebagai dalil yang kurang lebih mutlak.
b.    Nilai instrumental adalah pelaksanaan umum nilai-nilai dasar, biasanya dalam wujud norma social atau norma hokum, yang selanjutnya akan terkritalisasi dalam lembaga-lembaga yang sesuai dengan kebutuhan tempat dan waktu
c.    Nilai praksis adalah nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan.
Nilai dalam kehidupan berberbangsa
Sumber nilai-nilai bangsa Indonesia adalah sila ketuhanan yang maha esa. Sila ini juga merupakan norma dasar yang mengatur hubungan antara manusia sebagai individu dan anggota kelompok dan sesamanya, Negara, pemerintah serta bangsa lain didunia.
Ketuhan yang maha esa mejiwaimendasai,dan memimpin perwujudan kemanusiaan yang adil dabn beadab , persatuan Indonesia yang berdaulat penuh dan bersifat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan guna mewujudkan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia .
Nilai – nilai yang terkandung dalam kehidupan berbangsa adalah :
1. Nilai ideal
2.    Nilai material
3.    Nilai spiritual
4.    Nilai pragmatis
5.    Nilai positif
6.    Nilai logis
7.    Nilai etis
8.    Nilai estetis
9.    Nilai social
10. Nilai religius atau keagamaan

Nilai lain yangl terdapat dalam pancasila dan UUD 1945 adalah nilai perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekan RI .
Nilai dalam pengembangan pancasila antara lain :

1.    Ketuhanan yang maha esa :
a.    Percaya dan taqwa kepada tuhan yang maha esa
b.    Masing_masing atas dasar kemanusiaan yang beradab
c.    Membina adanya kerja sama dan toleransi antara sesame pemeluk agama dan penganut kepercayaan kepada tuhan yang maha esa

2.    Kemanusaian yang adil dan beradab
a.    Tidak saling membedakan warna kulit
b.    Saling menghormati dengan bangsa lain
c.    Saling bekerja sama dengan bangsa lain
d.    Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan

3.    Persatuan Indonesia:
a.    Menempatkan persatuan kepentingan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi atau golongan.
b.    Menempatkan keselamatan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi atau golongan
c.    Bangga berkebangsaan Indonesia
d.    Memajukan pergaulan untuk persatuan bangsa.

4.    Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmay kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan:
a.    Mengakui bahwa manusia Indonesia memiliki kedudukan dan hak yang sama.
b.    Melaksanakan keputusan bersama dengan penuh tanggung jawab dan itikat baik
c.    Mengambil keputusan yang harus sesuai dengan nilai kebenaran dan keadilan

5.    Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia
a.    Adanya hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan social dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa atau dalam kehidupan sehari-hari, dan kehidupan bernegara.
b.    Menjunjung tinggi sifat dan suasana gotog royong dengan rasa kekeluargaan dan penuh kegotongroyongan




Tidak ada komentar:

Posting Komentar