Kamis, 19 November 2015

Materi Filsafat : Perbandingan Karakteristik Filsafat Barat dan Timur

       
       Pada umumnya filsafat terbagi menjadi 2 garis besar yaitu filsafat Barat (occidental) dan Timur (oriental). Filsafat barat dan filsafat Timur tentu sangat berbeda karakteristinya karena berkembang di daerah yang berbeda dengan kebudayaan serta peradaban yang berbeda pula. Banyaknya ilmuwan dari Barat yang selalu menciptakan inovasi baru untuk kemajuan dunia membuat filsafat Timur kurang mendapat perhatian. Filsafat Timur memang terkenal dengan sifatnya yang religius, mistis-magis sehingga kurang bis diterima secara rasional. Filsafat Timur berkembang di daerah China, India, Jepang yang banyak memunculkan pemikiran-pemikiran dan digunakan pedoman oleh masyarakat bagian timur. Di wilayah Timur juga terkenal sebagai wilayah yang mempunyai peradaban besar didunia dan sumber agama serta pandangan tentang manusia dan dunia. Banyak orang yang mencari ketenangan di daerah Timur karena dianggap memiliki suatu keadaan yang mendamaikan dan mententramkan jiwa. Cara pandang filsafat Timur lebih pada realita yang terjadi di sekitarnya, lebih memikirkan tentang dunia dan sesamanya. 

       Secara geografis wilayah Barat dan Timur memiliki banyak perbedaan, hal ini juga tetntu mempengaruhi cara berfikir mereka. Perbedaan paham antara Barat dan Timur yaitu jika di dunia belahan Timur mempunyai banyak negara dan banyak penduduk dengan jumlah yang besar serta angka kelahiran yang sangat tinggi. Mereka juga masih tergolong sebagai golongan menengah kebawah, sedangkan di dunia bagian barat sudah mengembangkan kemajuan teknologi sejak lama. Manusia di bagian barat juga tergolong aktif sedangkan di Timur tergolong pasif. Hal ini sesuai dengan keyakinan dan ajaran pokok mereka seperti Konfusianisme, Taoisme, Budhisme, dan lain-lain (Kebung, 2011: 8). 

       Didunia belahan Timur mereka lebih menekankan pada intuisi dan juga pada batiniah, spiritual, dan mistis. Berdasarkan hal inilah maka orang Timur mempercayai bahwa dengan memiliki jiwa yang baik maka mereka akan mencapai kebijaksanaan dan kebaikan hidup. Jika di bagian barat mereka lebih condong pada keadaan masyarakat sekitar serta pada ilmu pengetahuan. Didunia barat yang mereka lihat adalah objek dan kerja lapangan jadi manusia harus menguasai alam untuk kepentingannya. Jika didaerah timur manusia merupakan bagian dari alam.orang Barat berpedoman “to do is more important than to be” (berbuat lebih penting daripada sekedar ada), jika orang timur lebih kepada “to be is more important than to do” (kehadiran lebih penting daripada seseorang perbuat), jadi orang timur kurang suka denganpertentangan dan konflik (Kebung, 2011: 8). 

        Cara berfikir orang timur lebih pada cara mereka melihat dunianya, bagaimana mereka melihat diri sendiri dan sesama, dan bagaimana mereka menggantungkan diri pada Sang Pencipta. Persprektif filsafat orang timur lebih pada human dan religius. Paham tentang religius dan kosmis mereka melekat dan menguasai tata kehidupan orang timur. Pendekatan mereka lebih pada emosional-spiritual daripada rasional-teoritis. Jadi paham-paham falsafah yang berkembang seperti Hinduisme, Budhisme, Konfusius dll. Dari perbedaan paham antara timur dan barat sudah berbeda jadi dapat disimpulkan bahwa cara pandang dan berfalsafah antara orang barat dan timur ada perbedaan, meskipun ada perbedaan tidak menutup kemungkinan bahwa terjadi kesamaan tergantung dari sudut mana mereka melihatnya (Kebung, 2011: 11). 

       Pandangan filosofis orang timur dengan melihat berbagai macam sosiokultur dan keadaan masyarakat yang dianut oleh manusia di daerah bagian Timur jadi bagaimana cara mereka berfikir, menilai dunia dan hidup mereka jadi pandangan orang Timur dalam melihat kosmologi. Orang Timur memandang kosmos sebagai sesuatu yang tercipta dari Tuhan dan diberikan kepada manusia. Pandangan falsafah orang Timur kosmos adalah dunia dengan sesuatu yang tercipta dan diberi dari sang kuasa. Kosmos selalu dikaitkan dengan sesuatu yang bersifat ilahi, kosmos bersifat suci dan kudus sehingga di anggap sebagai wujud yang menguasai manusia dan manusia harus memberi hormat dan sembah (Kebung, 2011: 14). 

       Tuntutan dasar dari kosmis ini bersifat religius dan harus di buktikan dengan moral-etis jadi bagaimana manusia bersikap baik terhadap dirinya sendiri, orang lain dan dunia. Hal ini diperlihatkan dengan cara bagaimana mencintai sesama dan mencintai alam. Mereka juga percaya bahwa roh-roh yang diyakini itu memiliki tempat yang aman dan tentram dan tidak boleh diganggu (Kebung, 2011: 15). Filsafat Timur masih dianggap belum memenuhi kriteria disebut sebagai filsafat karena masih berbau mistis dan religius. 

        Jika filsafat barat memang lebih menekankan pada rasional, misalnya pada zaman Yunani Kuno, filusuf yang terkenal Plato, Aristoteles, Socrates dalam pemikirannya masih spekulatif tetapi pada dasarnya mereka berspekulasi dengan keadaan yang dilihat tanpa mencampurkan unsur religiusnya secara mendalam. Filsafat barat lebih menekankan pada pola pikir yang rasional dan manusia sebagai pusatnya. Memang ada gagasan di filsafat barat mengenai religius yaitu pada abad pertengahan dimana pemikiran St. Agustinus mencampurkan dengan religius dengan berpedoman pada Alkitab karena pada saat itu agama Kristen merupakan agama yang mutlak untuk dianut sehingga pemikiran-pemikiran pada abad pertengahan disesuaikan dengan doktrin gereja.

      Arah gerak filsafat Barat muncul karena pemikiran rasional dari para filusuf. Misalnya Karl Marx yang mempunyai pemikiran tentang historis matrealisme. Karl Marx berfikiran secara rasional karena saat itu kapitalisme sedang genjar dan juga kaum borjuis telah menindas kaum buruh sehingga kaum buruh harus sengsara dibawah majikannya. Marx menginginkan masyarakat tanpa kelas sehingga dia ingin memperjuangkan hak kelas dalam masyarakat. Karl Marx akhirnya mengeluarkan teori konflik yang tujuannya ingin masyarakat menjadi sama rata dan sama rasa. 

        Arah gerak filsafat Timur lebih kepada intuisi, intelegensi dan akal budi. Tujuan dari Filsafat Timur lebih mengedepankan ilmu pengetahuan yang didasari moralitas tujuannya agar manusia menjadi bijaksana dalam menjalani hidup. Misalnya filsafat Konfusius yang lebih mengedepankan moral dan kebajikan. Konfusius melihat bahwa rakyat Tiongkok yang sedang mengalami krisis dalam bermoral. Akhirnya Konfusius memutuskan untuk mengamalkan dan mengajarkan nilai-nilai moral serta kebajikan yang diajarkan pada murid-muridnya. 

       Dalam filsafat barat yang dijadikan subjek adalah manusia dan alam dijadikan objek, jadi mereka memanfaatkan alam untuk kepentingan mereka sedangkan di filsafat timur alam dan manusia lebih menyatu. Mereka menganggap bahwa alam merupakan bagian dari manusia yang harus dipelihara. Pandangan Filsafat Barat terhadap cita-cita hidup diisi dengan bekerja dan bersikap aktif sebagai kebaikan tertinggi. Dengan sifat yang rasional filsafat barat lebih memandang dengan bekerja keras maka segala kebutuhan akan terpenuhi. Sedangkan pandangan filsafat Timur mengenai cita-cita hidup yaitu lebih kepada harmonisan, ketenangan. Mereka berprinsip bahwa kehidupan dijalankan dengan sederhana dan menyesuaikan dengan alam.


Kebung, K. 2011. Filsafat Berfikir Orang Timur (Indonesia, Cina dan India). Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher

Sumber : Kompasiana.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar